Tempat makan istimewa ini bernama :
THE HOUSE OF RAMINTEN
(ꦢꦼꦲꦮ꧀ꦱ꧀ ꦲꦺꦴꦥ꦳꧀ꦫꦩꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀)
(Beberapa Sajian The House Of Raminten)
“...Jogja istimewa bukan hanya daerahnya, tapi juga karena orang-orangnya...” -JHF. merupakan sepenggal lirik lagu hiphop yang belakangan ini berkumandang mengisi Soundtrack acara humor di televisi yang menunjukkan suasana kehidupan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada lirik lagu tersebut tersurat makna bahwa Kota Yogyakarta tidak hanya memiliki keistimewaan dalam sistem pemerintahan, adat istiadat dan pola kehidupan masyarakatnya, melainkan terdapat juga keistimewaan dalam cara berpikir warganya.
Masrayakat jogja dikenal sebagai masyarakat yang kretaif dan memiliki semangat berkarya yang tinggi. Pemikiran-pemikiran kreatif masyarakat Yogyakarta mampu mengemas hal-hal yang biasanya kita anggap sepele menjadi sangat diminati. Selain menyulap benda-benda menjadi lebih bermanfaat, mereka juga mampu mengemas kuliner jalanan menjadi lebih berkelas dan menarik hati, seperti yang terdapat di kedai makanan The House of Raminten.
The House of Raminten merupakan warung makan yang cukup terkenal seantero kota Yogyakarta. Warung makan ini memiliki konsep yang unik dalam mengemas suasana tempat makan hingga konsep makanan yang disajikan. Itulah alasan mengapa warung makan yang berlokasi di Jalan FM Noto nomor 07, Kota Baru, Yogyakarta ini cukup populer di kalangan masyarakat Yogyakarta.
(Sosok Seorang Raminten dan salah satu barang antik berupa andong yang menghiasi tempat ini)
Jika dilihat dari sisi luar, bangunan tiga lantai dengan nuansa tradisional ini terkesan tiada bedanya dengan bangunan di tempat lain yang mengangkat nuansa tradisional jawa. Sebelum memasuki tempat makan ini, pengunjung disambut oleh banner bergambar wanita dengan busana jawa lengkap dengan sanggul dan aksesorisnya, yang dikabarkan itulah potret sang pemilik warung makan tersebut. Ketika mulai melangkahkan kaki memasuki tempat ini, nuansa jawa akan semakin kental terasa. Pengunjung akan disambut dengan aroma kembang setaman dan setiap langkah kaki akan diiringi irama gamelan jawa. Hal ini bertujuan memberi penghormatan ala tradisi jawa kepada para pengunjung, sehingga pengunjung merasa seperti tamu kehormatan yang sedang melangkah memasuki keraton kebesaran jaman kerajaan mataram.
Ruang pertama yang ditemukan setelah melewati pintu masuk ialah ruang tunggu. Di ruang tunggu ini disediakan bangku-bangku bagi pengunjung yang mengantri giliran karena kehabisan tempat di ruang makan. Menurut kabar yang beredar, The House of Raminten ini selalu kebanjiran pengunjung pada jam-jam tertentu. Betapa pengertian pihak warung makan kepada pengunjung, disediakan televisi di ruang tunggu guna mengusir jenuh bagi pengunjung yang mengantri. Masih di ruang tunggu, pengunjung disuguhkan pajangan berupa benda-benda pusaka seperti keris, alat gamelan, wayang, patung sepasang temanten jawa serta terdapat kereta andong tanpa kuda. Benda-benda tersebut terlihat seolah pusaka yang dihormati karena terdapat kembang setaman di setiap tempat dimana benda tersebut berada. Irama gamelan jawa, benda-benda pusaka, aroma kembang setaman dipadu kemenyan, didukung oleh nuansa pencahayaan yang redup seolah pengunjung sedang berada di ruang meditasi masyarakat jawa pada zaman kerajaan. Hal yang demikian secara tidak langsung memberikan ketenangan jiwa dan memberikan nuansa nyaman ala masyarakat jawa bagi para pengunjung yang datang.
Beranjak dari ruang tunggu, kita akan diarahkan oleh pramusaji yang berparas ayu menuju ruang makan yang berada di lantai atas. Setibanya di lantai dua, anda akan merasakan nuansa yang berbeda dengan ruang tunggu tadi. Pencahayaan pada lantai ini cukup terang, karena tidak terdapat dinding pembatas antara ruang dalam dan ruang luar. Angin luar bebas berhembus pada ruangan ini. Ketika kaki meninggalkan anak tangga terakhir, mata pengunjung akan disuguhkan pemandangan berupa kendaraan yang berlalu lalang di sisi kiri, dan jika kita arahkan pandangan ke sisi kanan kita akan melihan pemandangan berupa taman asri yang berada di innercourt rumah makan ini. Saat pandangan kita coba sapukan ke penjuru ruangan, kita akan mendapati beberapa banner dan foto wanita jawa dengan bermacam gaya yang dibintangi oleh tokoh yang sama pada banner yang menyambut kita di ruang depan. Meja-meja dan bangku lesehan tertata rapi menanti untuk ditempati. Dengan penataan ruangn yang demikian, maka pengunjung akan dibuai oleh nuansa santai dan keramah tamahan dari rumah makan tersebut.
Pengunjung yang sudah mengambil posisi akan segera dihampiri oleh pramusaji yang siap melayani. Akan banyak kita lihat pramusaji berparas ayu dan tampan mengenakan busana kasual bermotif batik yang sibuk berlalu lalang melayani pelanggan sambil menenteng alat komunikasi berupa Handy Talky guna berkomunikasi dengan rekan terkait pesanan pelanggan. Selain berparas elok, pramusaji disini juga ramah terhadap pelanggan, mereka mnggunakan tutur bahasa nan santun sehingga pelanggan merasa lebih dihargai. Itulah cara mereka menghormati para pelanggan yang datang.
Di meja makan, terdapat beberapa buku menu yang pada sampulnya lagi-lagi terdapat foto wanita berbusana jawa yang tak asing kita lihat di tempat tersebut. Saat membuka buku tersebut, terlihat sederetan menu yang sudah tak asing kita temui di warung makan pada umumnya dan warung makan pinggir jalan, terdapat pula menu-menu khas daerah jawa dan daerah jogja dan yang membuat hati penasaran ialah terdapat beberapa menu sajian dengan nama vulgar yang tertulis unik dan membuat hati tergelitik. Diantaranya adalah minuman Susu Perawan Tancep, Nasi Koteka, Susu Putih Mulus, Gajah Ndekem, Beer Jawa dan lain sebagainya. Bagi orang luar yang baru pertama kali bertandang ke tanah Jawa khususnya Daerah Yogyakarta, selain menu khas setempat seperti nasi rawon, gudeg, kupat tahu, nasi kucing dan lain sebagainya, maka hidangan dengan nama unik ini juga tak luput dari daftar menu yang harus mereka cicipi saat berkunjung di warung makan ini.
Ketika hidangan tersaji di atas meja dan siap santap, maka akan lumrah kita temui individu-individu yang memfoto hidangan tersebut sebelum menyantapnya. Bukan alasan kekinian atau pamer makan di tempat mewah, namun memang wujud makanan yang tersaji dihadapan pelanggan tersebut dihidangkan secara menarik dan timbul rasa sayang bila langsung memakan tanpa mengabadikannya terlebih dahulu. Seperti misalnya menu nasi koteka yang berwujud sepotong bambu yang disisinya terdapat mangkuk kecil berisi sambal dan beberapa lalapan hijau yang tergeletak diatas piring putih. Setelah diketahui, ternyata isi bambu tersebut adalah nasi yang dibalut telur dan berisikan daging ayam suwir yang dimasak dalam sebilah bambu yang seolah nasi tersebut berada dalam sebuah koteka. Menu lain yang bernama Susu Perawan Tancep tak kalah menggelitik hati khususnya bagi para tamu laki-laki. Minuman yang disajikan hanyalah berupa es susu biasa yang disajikan dalam cangkir yang unik. Cangkir porselen yang unik ini terkesan vulgar karena bentuknya yang menyerupai payudara wanita. Selain dua hidangan unik tersebut, masih banyak hidangan lain dengan konsep penyajian yang unik dan menarik hati.
(Sajian Susu Perawan Tancep)
Tak hanya menyajikan hidangan dalam wujud yang menarik, Warung ini juga menawarkan harga dan porsi yang sangat merakyat. Harga setiap menu yang terdapat di warung makan tersebut tak kalah bersahabat jika dibandingkan dengan harga makanan di angkringan-angkringan yang kita temui seantero Yogyakarta. Bicara soal porsi, dengan harga yang relatif terjangkau pengunjung akan tetap diberikan porsi yang cukup mengenyangkan bahkan ada beberapa menu yang tak mampu dihabiskan oleh satu orang saja. Seperti misalnya minuman es dawet dan es kelapa muda. Es dawet dan Es kelapa muda disana disajikan dengan gelas jumbo yang cukup untuk membuat tiga orang kekenyangan menghabiskan satu porsinya. Harga dan porsi yang menggiurkan tersebut menjadikan warung ini selalu menjadi destinasi wisata kuliner bagi mahasiswa dan pelajar di kota ini.
Hingga saat ini, The house of Raminten masih tetap dibanjiri pelanggan karena penerapan konsep yang unik tersebut. Jika rumah makan lain menyajikan menu-menu modern bahkan menu luar negeri, maka rumah makan ini malah mengangkat kuliner setempat. Warung makan ini menyulap kuliner kelas bawah menjadi hidangan mewah dengan harga yang relatif murah. Warung makan yang kental dengan nuansa jawa yang identik, pramusaji ramah yang tampan dan cantik, slogan-slogan yang terpampang juga unik, sajian makanan yang menarik, membuat tempat ini sangat direkomendasikan sebagai salah satu destinasi wisata kuliner bagi anda yang hendak berkunjung ke kota pelajar ini. (EQ)
___
Baiklah pembaca yang budiman,
Baiklah pembaca yang budiman,
daripada penasaran gimana tempat dan suasana aslinya..
langsung cek aja deh ke TKP.. Pokoknya Rekomended banget ni tempat bagi yang lagi ato akan plesiran ke Tanah Sultan yang satu ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar